Sabtu, 15 Februari 2014

kumpulan karya seorang sastrawan muda ciamis



kumpulan karya seorang sastrwan muda ciamis

Zaara
Oleh : arief hidayat 09-02-2014
sesuatu yang indah lebih dari sebuah pesona pandangan mata…
sesuatu yang menawan, lebih sekedar menawan jiwa-jiwa terkagum padanya…
tentang zaara gadis pujaan, yang ku hidupkan dalam khayal dan karya sastra…
terlebih pada tatapan matanya, membuat para pujangga terbuai cinta seketika…
di balik cadar hitam tersenyum meski kasat mata…
dan angin yang selalu mengusik pena, dengan cerita-cerita kecantikan juga wangian dirinya…
sifat serta kesolehan dirinya, tlah terkabar ke pelosok penjuru alam raya…
hingga banyak pemuda berdo’a dan mengharapkanya…


Waktu ajarkanlah aku sastra
Oleh : arief hidayat 09-02-2014
Rasanya aku telah di pecundangi dunia…
Dalam teriknya mentari membakar gelora jiwa…
Tentang kisah-kisahku berkarya…
Waktu, ajarkanlah padaku sastra…
Agar aku tuangkan kisah hidupku dengan kata…
Hingga kelak mereka dapat membaca…
Semuanya dalam diriku sedikitpun kau tak mengetahui…
Terasa sakit fikir ini, ingin aku pergi dan berlari…
Menjauh dari dunia yang kalian kotori…
Menyatu dengan angin, semoga ia berhembus dinginkan isi hati…
Sore ini hujan enggan turun…
Mungkin malu padaku, jiwa yang kecewa dan hanya duduk tertegun…
Rumput, mengapa kau tega tertawakan aku, yang tengah sendiri ini dan melamun…
Mengapa tak kau lawan saja angin, yang meniup tubuhmu hingga terayun-ayun…
 
Tentang dirimu
Oleh : arief hidayat 02-02-2014
Berjalan diantara panasnya kotaku…
Duduk lesu di bawah pohon-pohon nan biru…
Lukiskan jiwaku senyap kelabu…
Menoleh aku dan ku temukan dirimu…
Meski tak tersenyum namun terkesan malu-malu…
Namun tak apalah, cukup saja kau tatap aku hingga aku terkagum padamu…
Tentang dirimu, mungkin harus aku siapkan ribuan lembar kertas untuk mencatatkanya…
Karena kau lebih indah daripada sebuah karya sastra…
Hingga aku tak sanggup mencatatkanya dalam untaian kata-kata…
Ma’af mungkin aku terlampau berani untuk memuji dirimu wahai bidadari…
Kata-kataku takan keluar dari sarangnya karena aku bagai orang bisu di hadapanmu…
Namun lepaskan hatiku berdetak  mengalunkan seuntaian pujian padamu…
Namun lepaskan tanganku menari-narikan pena catatkan isi hatiku tentang dirimu…


Kesatria pena
Oleh : arief hidayat 06-02-2014
Dia di lahirkan ribuan tangisan dan kekecewaan…
Di besarkan sang angin dalam penuh harapan…
Dia berjalan dengan kata-kata…
Hidup dalam deru pemikiran-pemikiranya…
Setiap nafasnya, tak ada lelah dalam dirinya…
Meski sang bintang jalang telah tiada…
Namun semangat dan sastranya hidup, dalam jiwa sang kesatria pena…
Dan sang demonstran juga telah berpulang…
Namun jiwanya bergelora, melesat bagaikan elang…
Menusuk sang kesatria pena, oleh semnagatnya yang berterbang…
Dalam fikir seutuhnya, sang kesatria pena terus berjuang…
Meski tanpa anak panah maupun pedang…